Friday, 03 April, 2020

“Torang Bisa” Pemersatu di Papua


logo, maskot, pon 2020 di papua, torang bisa

Jayapura, NPLOMBOK.id-Pekan Olahraga Nasional (PON) XX akan digelar pada tahun 2020 mendatang.  Kompetisi olahraga empat tahunan ini adalah ajang bergengsi yang ditunggu-tunggu oleh setiap provinsi, mengirimkan atlet-atlet andalannya untuk bertarung mememperebutkan medali dan gelar juara pada setiap cabang olahraga (Cabor) yang dipertandingkan. 

Pada PON 2020, berdasarkan Keputusan Menteri Pemuda Dan Olahraga Nomor 110 tahun 2014, Provinsi Papua ditunjuk menjadi tuan rumah setelah melalui pertimbangan Rapat Anggota Tahunan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), dimana hasil pemilihan dari enam provinsi yang bersedia menjadi tuan rumah, Papua mendapat suara terbanyak mengungguli Bali dan Aceh. Sebelumnya PON XIX pada tahun 2016 diselenggarakan oleh Provinsi Jawa Barat sebagai tuan rumah .

Menurut Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi dan Olahraga, Djoko Pekik Irianto di Jakarta,  jika PON hanya dilaksanakan di Pulau Jawa maka pembangunan infrastruktur dan olahraga tidak akan berkembang dan sesuai peraturan pemerintah Nomor 17 Tahun 2007, diputuskan hanya satu provinsi yang menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan PON, dikutip dari republika, kamis (3/4/2014).

Setiap tuan rumah dipastikan berbenah untuk terlaksananya PON yang aman dan tertib, sehingga berbagai fasilitas yang dibutuhkan atlet, official  dan pengunjung harus dipersiapkan dengan matang.  Stadion Papua Bangkit Kabupaten Jayapura, Papua, akan menjadi tempat penyelenggaraan PON XX yang rencananya akan dibuka pada tanggal 20 Oktober 2020. Stadion Papua Bangkit merupakan stadion termegah di Indonesia, dibangun diatas lahan seluas 13 hektar dengan kapasitas penonton 45.000 orang yang bertaraf  internasional dan standar FIFA.

Menyambut kedatangan PON XX ini, Gubernur Papua, Lukas Enembe meluncurkan logo dan maskot PON 2020 pada Kamis (1/8/2019).  Stadion Papua Bangkit dijadikan latar dengan ornamen gunung yang menggambarkan kebanggaan rakyat Papua dan tiga buah lingkaran sebagai symbol  prestasi, sportivitas dan solidaritas. Sedangkan maskot Panitia Besar PON XX menggunakan dua jenis hewan yaitu Kangguru Pohon Mantel Emas dan Burung Cenderawasih, yang merupakan endemik khas Papua.(**)

0 comments on ““Torang Bisa” Pemersatu di Papua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *