Lombok Timur-Pemerintah Kabupaten Lombok Timur secara resmi membuka ajang Trail Run Rinjani 100 Tahun 2026 di Pantai Pekendangan, Belanting, Jumat (1/5). Pembukaan event lari lintas alam bertaraf internasional ini menjadi penanda dimulainya salah satu agenda sport tourism terbesar di Nusa Tenggara Barat sekaligus mempertegas posisi Lombok Timur sebagai destinasi wisata olahraga berkelas dunia.
Suasana pembukaan berlangsung semarak dengan dihadiri para pelari dari berbagai daerah dan mancanegara, komunitas lari, relawan, serta masyarakat yang antusias menyaksikan dimulainya perlombaan.
Mewakili Pemerintah Daerah, Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lombok Timur, Agus Sapandi, secara resmi melepas peserta kategori ekstrem 162 kilometer dan 100 kilometer sebagai kelompok pertama yang memulai perjalanan menaklukkan lintasan Rinjani 100. Sementara itu, kategori 12 kilometer dijadwalkan memulai perlombaan dari Sembalun pada Minggu pukul 00.00 WITA.
Dalam sambutannya, Agus Sapandi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan penyelenggaraan Rinjani 100. Menurutnya, event internasional ini merupakan hasil kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, panitia, relawan, aparat keamanan, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.
Ia menegaskan bahwa Rinjani 100 bukan sekadar ajang kompetisi olahraga ekstrem, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Kehadiran ribuan peserta dan pendamping memberikan dampak nyata terhadap sektor pariwisata, perhotelan, transportasi, kuliner, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Terima kasih kepada seluruh pihak atas kerja keras dan kebersamaan yang luar biasa. Semoga Rinjani 100 terus menjadi agenda tahunan yang semakin baik, semakin berkualitas, dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Lombok Timur,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur, Widayat, menjelaskan bahwa Rinjani 100 kini telah menjadi bagian dari kalender internasional lomba lari trail. Kepercayaan menjadikan Lombok Timur sebagai tuan rumah tidak lepas dari pesona alam yang dimiliki, khususnya kawasan Sembalun dan Gunung Rinjani yang telah dikenal sebagai salah satu destinasi wisata petualangan terbaik di Indonesia.
Menurutnya, penyelenggaraan event tersebut memberikan dampak yang signifikan terhadap sektor pariwisata. Tingkat kunjungan wisatawan terus meningkat dan diikuti dengan naiknya okupansi penginapan serta perputaran ekonomi masyarakat.
Data Dinas Pariwisata menunjukkan tingkat hunian penginapan di kawasan Sembalun telah mencapai sekitar 90 persen menjelang pelaksanaan kegiatan dan diperkirakan penuh selama akhir pekan. Tingginya animo peserta bahkan mendorong sejumlah penginapan menerima pemesanan jauh hari untuk penyelenggaraan berikutnya.
Pada tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menargetkan kunjungan wisatawan mencapai 53 ribu orang, meningkat dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang mencapai 49 ribu wisatawan. Target tersebut diyakini dapat tercapai melalui penyelenggaraan berbagai event berskala nasional maupun internasional yang mampu menarik minat wisatawan.
Pemerintah Daerah juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur dan fasilitas pendukung di kawasan Pantai Pekendangan serta destinasi wisata sekitarnya. Meski beberapa program pembangunan harus disesuaikan akibat kebijakan efisiensi anggaran, penyediaan sarana dasar seperti toilet, kamar mandi, dan fasilitas kebersihan tetap menjadi prioritas pada penganggaran berikutnya.
Mengakhiri keterangannya, Kepala Dinas Pariwisata mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung penyelenggaraan event-event berskala internasional karena manfaatnya dirasakan secara luas.
“Rinjani 100 telah membawa nama Lombok Timur, khususnya Sembalun, semakin dikenal di tingkat internasional. Dampaknya tidak hanya pada sektor pariwisata, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat dan memperkuat citra daerah sebagai destinasi sport tourism unggulan,” tegasnya.
Melalui penyelenggaraan Rinjani 100 Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berharap ajang ini terus berkembang sebagai event internasional yang berkelanjutan, menjadi magnet bagi atlet dan wisatawan dari berbagai negara, serta memberikan manfaat nyata bagi pembangunan ekonomi dan pariwisata daerah. (*)